Posts

Skema TCG RI-RRT: Peluang Hilirisasi Perikanan atau Ancaman Eksploitasi Laut Dalam?

Image
Bulukumba  – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru-baru ini mengumumkan penerbitan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) untuk 33 kapal dari 4 perusahaan patungan ( joint venture ) antara Indonesia dan Tiongkok. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi skema Technical Cooperation Guidelines (TCG) yang disepakati pada akhir 2024 lalu. Di satu sisi, pemerintah optimistis kebijakan ini akan mendongkrak investasi, mempercepat proses alih teknologi, dan menghidupkan industri hilirisasi perikanan nasional. Di sisi lain, bayang-bayang eksploitasi berlebihan ( overexploitation ) dan potensi tersingkirnya nelayan lokal memicu gelombang diskusi kritis di kalangan publik dan pengamat maritim. Secara regulasi, skema TCG dirancang dengan berbagai benteng hukum yang cukup ketat. Kapal-kapal modern laut dalam berukuran di atas 60 Gross Ton (GT) ini diwajibkan beroperasi secara eksklusif di Jalur III —yakni kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan laut lepas di atas 12 mil laut. Wila...

Dinas Perikanan Bulukumba ‘On The Spot’ di SPBU Caile, Jembatani Nelayan Ambil BBM Subsidi

Image
BULUKUMBA – Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat pesisir. Tidak hanya sekadar menerbitkan dokumen administrasi berupa rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM), instansi ini kini turun langsung melakukan pendampingan pengambilan BBM bersubsidi secara on the spot di SPBU Caile , Kecamatan Ujung Bulu. Langkah taktis ini diambil menyusul kondisi antrean kendaraan yang saat ini tengah mengular panjang di area SPBU. Situasi padat tersebut sempat membuat pihak pengelola SPBU merasa ragu dan khawatir untuk melayani pengisian BBM menggunakan jerigen, meskipun alokasi tersebut diperuntukkan bagi sektor produktif seperti nelayan. Hadir langsung di lokasi untuk memantau situasi dan menjembatani proses penyaluran adalah Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba, Yusli Sandi , didampingi oleh Analis Kenelayanan, Taufik . “Kami akan berusaha seoptimal mungkin mendampingi para nelayan di lapangan. Kehadiran...

Buaya Muncul di Kolam Labuh Bentenge, Fenomena Alami atau Dampak Perubahan Ekosistem?

Image
Penampakan Buaya di Kolam Labuh BULUKUMBA — Kemunculan seekor buaya di kawasan Kolam Labuh Bentenge, Bulukumba, pada Minggu sore (13/9/2026), menarik perhatian warga. Satwa yang diduga kuat merupakan buaya muara ( Crocodylus porosus ) tersebut terlihat berenang di dalam kawasan kolam labuh dan terekam dalam video warga. Menurut Yusli Sandi, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba sekaligus pemerhati kelautan , kemunculan buaya di kawasan tersebut sebenarnya masih dapat dijelaskan secara ekologis dan belum tentu menunjukkan adanya gangguan serius terhadap habitat alami buaya. “Kalau melihat lokasinya, Kolam Labuh Bentenge relatif dekat dengan Muara Sungai Bialo, sekitar satu kilometer. Buaya muara memang mempunyai kemampuan beradaptasi pada perairan payau bahkan laut, sehingga kemunculannya di kawasan pesisir bukan sesuatu yang luar biasa,” jelas Yusli Sandi. Dekat dengan Muara Sungai Bialo Yusli menjelaskan, posisi Kolam Labuh yang relatif dekat dengan sistem Sungai Bialo me...

ANTREAN BBM MENGULAR: SAATNYA INDONESIA BERHENTI MEMUNGGUNGI LAUTAN DAN BERALIH KE BIODIESEL MIKROALGA

Image
Bulukumba  – Pemandangan antrean kendaraan yang mengular panjang hingga berjam-jam di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menjadi potret harian masyarakat di sejumlah daerah. Fenomena ini menjadi bukti nyata betapa rapuhnya ketahanan energi nasional akibat ketergantungan ekstrem pada minyak fosil dalam negeri yang kian menipis, di tengah tingginya gejolak harga minyak dunia. Ironisnya, di tengah kepungan krisis energi ini, Indonesia terkesan masih berjalan di tempat dengan pendekatan yang usang. Pemerintah saat ini masih bertumpu pada program Biodiesel B50 berbahan baku minyak kelapa sawit (CPO). Padahal, ekspansi sawit secara besar-besaran terus memicu konflik vertikal, mulai dari ancaman deforestasi hingga benturan langsung dengan lahan pangan yang memicu lonjakan harga minyak goreng domestik. Sudah saatnya Indonesia berhenti menganggap bahwa potensi laut lepas hanya sebatas komoditas ikan. Sebagai negara kepulauan dengan 70% wilayah berupa lautan , jawaba...

Patahkan Dominasi Vietnam, Indonesia Sukses Budidaya Lobster Mandiri: Peluang Emas Bulukumba Rebut Pasar Global

Image
BULUKUMBA – Paradigma industri maritim global resmi berubah. Selama bertahun-tahun, Vietnam mendominasi pasar dunia sebagai satu-satunya raja budidaya lobster, sementara Indonesia hanya menjadi penonton dan pengekspor bahan baku berupa Benih Bening Lobster (BBL). Namun saat ini, Indonesia telah membuktikan secara nyata mampu melakukan budidaya lobster secara penuh dari fase BBL (puerulus) hingga mencapai ukuran konsumsi standar ekspor . Keberhasilan monumental ini dibuktikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama para pembudidaya lokal melalui proyek percontohan berskala besar ( modelling ) di Batam dan kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) . Dengan mengadopsi teknologi pendederan berbasis darat dan optimalisasi Keramba Jaring Apung (KJA), Indonesia sukses mematahkan mitos bahwa BBL hanya bisa dibesarkan di Vietnam. Kesuksesan di Batam dan Lombok ini menjadi pembuktian bahwa ekosistem budidaya dalam negeri telah matang dan siap direplikasi di wilayah potensial ...

Super El Niño Mulai Dirasakan Nelayan Bulukumba, Hasil Tangkapan Ikan Anjlok di Musim Timur

Image
BULUKUMBA — Musim timur yang selama ini menjadi salah satu periode penting bagi nelayan Bulukumba justru menghadirkan kondisi berbeda pada tahun 2026. Di saat nelayan biasanya mulai menikmati melimpahnya ikan pelagis seperti tongkol dan tembang di perairan selatan Bulukumba hingga Bantaeng, tahun ini ikan justru semakin sulit ditemukan. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh nelayan purse seine yang beroperasi di perairan Bulukumba. Salah satunya adalah Juned, pemilik kapal Buana Rezky , yang mengungkapkan bahwa hasil tangkapan tahun ini jauh menurun dibandingkan kondisi normal pada musim timur. “Biasanya kalau musim timur seperti sekarang, sekitar 40 mil dari pantai selatan Bulukumba sampai Bantaeng itu banyak ikan loka-loka atau tongkol. Tahun lalu di bulan yang sama kami masih sering mendapatkan ikan. Tapi sekarang sangat sulit,” ungkap Juned. Secara klimatologis, periode musim kemarau yang berkaitan dengan dominasi angin timur di Indonesia umumnya berlangsung sekitar April hingg...

Cluster Rumpon Dasar Kasuso Buktikan Manfaat Nyata, Produksi Ikan Capai 34,78 Ton Selama Semester I 2026

Image
Konstruksi Rumpon Dasar Bulukumba – Program pengembangan Cluster Rumpon Dasar Kasuso yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perikanan kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Cluster Rumpon Dasar Kasuso Semester I Tahun 2026 , kawasan habitat buatan tersebut berhasil meningkatkan produktivitas penangkapan ikan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat nelayan. Selama periode Januari hingga Juni 2026, total produksi hasil tangkapan dari kawasan Cluster Rumpon Dasar Kasuso diperkirakan mencapai 34,78 ton dengan estimasi nilai ekonomi sekitar Rp1,32 miliar . Peningkatan produksi terjadi secara bertahap dari bulan ke bulan, seiring membaiknya kondisi oseanografi Teluk Bone pada awal Musim Timur serta meningkatnya aktivitas armada nelayan yang memanfaatkan kawasan rumpon. Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba, Yusli Sandi, S.Kel., M.Si. , menjelaskan b...