Bulukumba Masuki Era Baru: Pusat Pendaratan dan Pemasaran Ikan Kini Terpusat di TPI


Bulukumba, – Sektor perikanan Bulukumba memasuki babak baru dengan terpusatnya aktivitas pendaratan dan pemasaran ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Langkah ini membawa berbagai keuntungan, baik dari segi ekonomi maupun sosial, bagi para nelayan, pedagang, dan masyarakat luas.  

Dari segi ekonomi, pemusatan aktivitas di TPI mendorong peningkatan transaksi secara signifikan. Pasar yang lebih terorganisir membuat penjualan lebih efisien dan harga ikan lebih stabil. Sementara itu, dari sisi sosial, konsumen kini mendapatkan ikan yang lebih segar dan higienis, berkat sistem sanitasi yang lebih baik dibandingkan dengan penjualan di tempat-tempat terbuka sebelumnya.  

Pada hari pertama operasional, TPI ini telah menampung 112 pedagang ikan, terdiri dari 21 grosir besar, 35 grosir kecil, dan 56 pengecer. Setiap hari, transaksi yang terjadi mencapai ratusan juta rupiah.  

Peningkatan omzet paling dirasakan oleh para pengecer yang menjadi pelanggan Dg. Siama, seorang grosir besar di TPI. Sebelum berjualan di TPI, para pengecer ini hanya bisa menjual ikan sekitar Rp1 juta per hari di Labuang Korong. Namun setelah berpindah ke TPI, omzet mereka melonjak menjadi Rp3–5 juta per hari.  

Sementara itu, transaksi harian Dg. Siama sendiri sebagai grosir besar bisa mencapai Rp40–100 juta per hari, terutama saat musim ikan melimpah.  

Secara konsep, ini benar. Transaksi meningkat karena TPI terletak di pusat kota. Secara aksesibilitas, lebih gampang dijangkau oleh pembeli ketimbang di Labuang Korong, ujar **Yusli Sandi, Kepala Bidang Perikanan Tangkap.  

Selain peningkatan transaksi, aspek higienitas ikan juga lebih terjaga. Dengan adanya sistem sanitasi yang baik di TPI, ikan yang diperjualbelikan lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi. Tidak hanya itu, dukungan penuh dari Pemda semakin memperkuat ekosistem perdagangan di TPI.  

Pelayanan pemerintah daerah di TPI sangat maksimal. Listrik dan air di sini digratiskan. Banyak penjual kaget dengan kebijakan ini, karena biaya listrik dan air bukanlah angka kecil. Namun, visi pemerintah adalah melayani dan mensejahterakan rakyatnya. Kami tidak mau berbisnis dengan rakyat," tegas Yusli.  

Dengan adanya kebijakan ini, TPI menjadi pusat ekonomi baru yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah berharap, dengan sistem yang lebih baik, Bulukumba dapat semakin maju sebagai daerah maritim unggulan di Sulawesi Selatan.

Comments

Popular posts from this blog

MENGEJUTKAN, DAMPAK RUMPON MELEBIHI EKSPEKTASI

Warga Pulau Liukang Loe Menerima 40 Unit Rumpon Dasar pada Tahun 2024 untuk Menanggulangi Degradasi Terumbu Karang

Pengukuran Massal Perahu Nelayan di Bulukumba, Solusi Kendala Akses BBM Subsidi