Ikan di TPI Bentenge Terbukti Higienis dan Bebas Formalin
Bulukumba, 14 Februari 2025 – Hasil uji formalin yang dilakukan oleh Bidang Pengawasan, Pengolahan, dan Pemasaran Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba kembali menunjukkan bahwa ikan yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bentenge aman dikonsumsi dan bebas dari zat berbahaya seperti formalin.
Uji formalin ini pertama kali dilakukan pada Rabu, 12 Februari 2025, oleh tim yang dipimpin oleh Ibu Restu Putri Astuti, dengan bantuan mahasiswa magang dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Dari tiga sampel ikan yang diuji, tidak ditemukan adanya kandungan formalin. Pengujian kembali dilakukan pada Jumat, 14 Februari 2025, dengan hasil yang sama: tidak ada ikan yang mengandung formalin. Hal ini menegaskan bahwa ikan yang diperjualbelikan di TPI Bentenge tidak hanya lebih bersih dan higienis, tetapi juga terbukti aman dari zat-zat berbahaya.
Bahaya Formalin bagi Kesehatan
Formalin adalah bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet dalam industri, tetapi sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Dampak negatif formalin terhadap kesehatan meliputi:
- Iritasi dan gangguan pernapasan: Menghirup uap formalin dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan saluran pernapasan.
- Gangguan pencernaan: Konsumsi formalin dalam jangka pendek dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan sakit perut.
- Kerusakan organ: Paparan dalam jangka panjang dapat merusak organ dalam seperti hati dan ginjal.
- Risiko kanker: Formalin bersifat karsinogenik, yang berarti dapat meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam waktu lama.
Metode Pengawetan Ikan dengan Formalin yang Perlu Diwaspadai
Beberapa oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab mungkin menggunakan formalin untuk mengawetkan ikan agar tetap terlihat segar lebih lama. Cara penggunaannya biasanya meliputi:
- Perendaman dalam larutan formalin: Ikan direndam dalam larutan formalin untuk mencegah pembusukan.
- Penyemprotan pada ikan: Beberapa pedagang menyemprotkan formalin pada ikan untuk mempertahankan kesegarannya.
- Pencampuran dengan es batu: Formalin kadang dicampurkan ke dalam es batu yang digunakan untuk menyimpan ikan agar tetap terlihat segar dalam waktu lama.
Ciri-ciri Ikan yang Mengandung Formalin
Agar konsumen lebih waspada, berikut adalah beberapa ciri ikan yang mungkin telah diawetkan dengan formalin:
- Bertahan lebih lama dari biasanya: Ikan yang mengandung formalin tetap terlihat segar dalam waktu yang tidak wajar, bahkan tanpa pendinginan yang memadai.
- Daging ikan lebih keras: Ikan yang diawetkan dengan formalin memiliki tekstur yang lebih kenyal dan tidak mudah hancur saat ditekan.
- Mata ikan tampak jernih dan tidak surut: Ikan segar biasanya memiliki mata yang agak cembung dan tidak terlalu jernih, sementara ikan berformalin tetap terlihat cerah meskipun sudah lama disimpan.
- Tidak berbau amis: Ikan segar memiliki aroma khas ikan, sedangkan ikan yang mengandung formalin biasanya tidak memiliki bau khas atau bahkan berbau menyengat seperti bahan kimia.
- Insang berwarna pucat: Insang ikan segar biasanya berwarna merah cerah, sedangkan ikan yang diawetkan dengan formalin cenderung memiliki insang yang berwarna merah pudar atau keabu-abuan.
Dengan adanya hasil uji formalin ini, masyarakat di Bulukumba tidak perlu khawatir dalam membeli ikan di TPI Bentenge. Para pedagang di sana telah menerapkan standar penanganan ikan yang baik, memastikan bahwa ikan tetap segar dan aman untuk dikonsumsi tanpa bahan pengawet berbahaya. Namun, tetaplah waspada dan selalu periksa ciri-ciri ikan sebelum membeli untuk memastikan kualitas yang terbaik.
Comments
Post a Comment