Lobster Bersarang di Bebatuan Kolam Labuh Bentenge Bulukumba, Bukti Pentingnya Pemulihan Habitat Laut

Bulukumba,- Penangkapan lobster oleh nelayan yang bersarang di tumpukan batu breakwater dan kolam labuh Bentenge Bulukumba pada tanggal 13 Februari 2025 lalu, menjadi bukti nyata bahwa perbaikan habitat laut mampu meningkatkan populasi biota bernilai ekonomis tinggi. Sebelum adanya breakwater dan kolam labuh, lobster sulit ditemukan di perairan tersebut karena dasar laut yang hanya berupa sedimen pasir.

Fungsi Breakwater dan Kolam Labuh

Breakwater atau pemecah gelombang memiliki fungsi utama untuk melindungi kawasan pantai dari abrasi dan meredam energi gelombang laut. Dengan adanya breakwater, ombak yang mencapai daratan menjadi lebih lemah sehingga dapat mencegah erosi serta melindungi infrastruktur di sekitar pantai.

Sementara itu, kolam labuh berfungsi sebagai tempat bersandar kapal secara aman. Kolam ini memberikan perlindungan bagi kapal dari arus dan gelombang laut yang kuat, memungkinkan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan berjalan lebih lancar.

Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa kedua struktur ini memiliki fungsi ekologis tambahan yang tak kalah penting, yaitu menjadi rumah bagi berbagai jenis biota laut, termasuk lobster.

Lobster Mulai Berdatangan Berkat Habitat Buatan

Yusli Sandi, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba, menjelaskan bahwa sebelum adanya tumpukan batu di sekitar kolam labuh, nelayan sangat kesulitan menangkap lobster. "Dasar perairan yang berupa pasir tidak menyediakan tempat berlindung bagi lobster, sehingga jumlah tangkapan sangat minim. Namun setelah adanya breakwater dan kolam labuh, lobster mulai berdatangan dan bersarang di celah-celah batuan," tuturnya.

Nilai jual lobster di pasar sangat tinggi, tergantung pada jenis dan ukurannya. Rata-rata, harga lobster hidup berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per kilogram. Permintaan pasar domestik maupun internasional terhadap lobster juga terus meningkat, menjadikannya salah satu komoditas unggulan di sektor perikanan.

Pentingnya Penyediaan Habitat untuk Meningkatkan Populasi Biota Laut

"Dari sini kita belajar bahwa untuk meningkatkan produksi tangkapan ikan dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut, yang diperlukan adalah perbaikan habitatnya," lanjut Yusli. Ia menegaskan bahwa penyediaan rumah ikan sangat penting karena selain berfungsi sebagai tempat berlindung, juga menjadi lokasi pemijahan atau berkembang biak.

"Jika rumah ikan tersedia, biota laut akan terpacu untuk terus memijah karena merasa aman untuk berkembang biak," jelasnya. Oleh karena itu, keputusan Pemerintah Daerah Bulukumba yang berfokus pada pemulihan ekosistem laut melalui program pengadaan rumpon sangat tepat. Terutama rumpon dasar yang efektif dalam mengembalikan fungsi terumbu karang yang mengalami kerusakan.

Lebih jauh, Yusli menambahkan bahwa wilayah perairan Ujung Bulu selama ini sangat sulit dijumpai lobster. Namun, dengan adanya habitat buatan seperti breakwater dan kolam labuh, biota bernilai ekonomis penting kini dapat kembali ditemukan.

Fokus pada Pembesaran Lobster di Alam

Daripada berfokus pada kebijakan ekspor Benih Bening Lobster (BBL), Yusli menyarankan agar perhatian dialihkan pada pembesaran lobster di dalam negeri. "Jika teknologi budidayanya belum dikuasai, maka kita bisa menyiapkan banyak rumah lobster di setiap perairan agar BBL yang berenang di lautan mendapat tempat berlindung dan bisa tumbuh besar di sana," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tanpa habitat yang memadai, sebagian besar BBL akan mati dimangsa predator. Berdasarkan penelitian, tingkat kelangsungan hidup BBL dari fase larva hingga dewasa di alam hanya sekitar 0,01% hingga 0,1%. Dengan menyediakan habitat yang aman seperti rumpon dan struktur buatan lainnya, persentase kelangsungan hidup lobster dapat meningkat signifikan.

Kesimpulannya, upaya pemulihan habitat laut melalui pembangunan breakwater, kolam labuh, dan pengadaan rumpon bukan hanya melindungi pesisir dan memudahkan aktivitas perikanan, tetapi juga membuka peluang baru dalam meningkatkan populasi biota laut bernilai tinggi seperti lobster. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa investasi pada ekosistem laut yang sehat adalah langkah strategis bagi keberlanjutan sumber daya perikanan di Bulukumba dan wilayah pesisir lainnya.


Comments

  1. Dalam hal ini adalah suatu keberhasilan dan upaya memajukan Sektor Perikanan Tangkap dalam kurung waktu 2 tahun dimana geliat Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan Program 1000 Rumpon melalui Dinas Perikanan Bulukumba Propinsi Sulawesi selatan, Salam Sukses buat Bidang Tangkap ( Pak Yusli Sandy ) bersama Pemerintah setempat sebagai motor penggerak memajukan ekonomi nelayan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGEJUTKAN, DAMPAK RUMPON MELEBIHI EKSPEKTASI

Warga Pulau Liukang Loe Menerima 40 Unit Rumpon Dasar pada Tahun 2024 untuk Menanggulangi Degradasi Terumbu Karang

Pengukuran Massal Perahu Nelayan di Bulukumba, Solusi Kendala Akses BBM Subsidi