Introduksi Teknologi Terus Dilakukan: Demi Nelayan yang Bonafid

Hari Minggu, 9 Maret 2025 bertempat di RM. Sulawesi telah dilakukan sebuah diskusi bersama terkait dengan Alat Bantu Penangkapan Ikan Berkelanjutan. Acara ini difasilitasi oleh DPC HNSI Kab. Bulukumba yang menerima amanah dari DPD HNSI Propinsi Sulawesi Selatan menindaklanjuti permohonan pertemuan dari PT. BluIQ Jakarta.

Dalam diskusi di hadiri oleh sejumlah nelayan dari Bonto Bahari dan Ujung Bulu, beberapa penyuluh perikanan, kepala Bidang Perikanan tangkap dan sekertaris umum HNSI Bulukumba. Sedangkan Narasumber adalah Bapak Emil Sumirat tim teknis dari PT. BluIQ Jakarta. Di awal pertemuan yang dipandu oleh Dani Susanto selaku Sekretaris HNSI Bulukumba memberikan gambaran umum kondisi perairan Bulukumba. Dan ditambahkan oleh Kabid Perikanan tangkap Dinas Perikanan Yusli Sandi tentang program dan kondisi nelayan Kabupaten Bulukumba, dimana Bulukumba merupakan satu satunya kabupaten di Sulawesi Selatan ini yang memiliki program 1000 rumpon.

Mendengar gambaran umum dan informasi tentang kondisi perikanan tangkap di Bulukumba, Emil Sumirat melakukan diskusi langsung dengan para nelayan yang sempat hadir yangg di wakili oleh H. Amran nelayan asal Bonto bahari. Diskusi tersebut terkait kondisi rumpon dan hasil tangkapan saat ini.

Emil Sumirat mewakili PT. BluIQ memberikan gambaran tentang inovasi yang dapat diterapkan oleh para nelayan yaitu sebuah alat bantu penangkapan yang dipasang di Rumpon. Sistem kerja Alat bantu ini hampir mirip dengan fish finder yang biasa digunakan oleh nelayan di kapal penangkapan. Alat ini dapat memberikan informasi tentang keberadaan ikan di sekitar rumpon, sehingga nelayan pemilik rumpon dapat mengetahui rumpon mana yang terisi ikan. Alat ini akan mengirimkan informasi keberadaan ikan di rumpon melalui aplikasi ke handphone pemilik rumpon.

Menurut H. Amran alat ini nantinya sangat membantu nelayan dalam menangkap ikan di rumponnya tanpa harus memperkirakan rumpon mana yang terdapat banyak ikan,sehingga akan mempercepat proses waktu penangkapan ikan. Hanya saja yang dikhawatirkan nelayan tentang keamanan alat tersebut saat dipasang di rumpon yang memiliki faktor kehilangan yang cukup tinggi baik hilang karena kondisi perairan maupun hilang karena di curi orang lain.

Diakhir pertemuan nelayan melalui H. Amran menginginkan adanya sampel alat yang dipasang di rumpon nelayan untuk melihat efektifitas dari alat tersebut secara langsung.

Diakhir acara ditutup oleh sekretaris HNSI dengan harapan diskusi ini akan berlanjut diwaktu mendatang untuk kebaikan bersama.

Comments

Popular posts from this blog

MENGEJUTKAN, DAMPAK RUMPON MELEBIHI EKSPEKTASI

Warga Pulau Liukang Loe Menerima 40 Unit Rumpon Dasar pada Tahun 2024 untuk Menanggulangi Degradasi Terumbu Karang

Pengukuran Massal Perahu Nelayan di Bulukumba, Solusi Kendala Akses BBM Subsidi